Sangat klise ketika diucapkan, sounds easy to do.. hmmm, tapi nyatanya ngga gitu,jadi diri sendiri tu susah ,mungkin emang udah dari "sononya" begitu yah? haha....
dan aku cuma ingin sedikit bercerita....
ehem..ehem..
Buat aku, hidup itu lukisan di atas kanvas yang harus dilukis dengan kuas-diwarnai dengan cat ...
Yuks kita kaji satu persatu...
A. Kuas
Kuas, ada macem-macem, mulai dari ukuran, jenis, bahan asal, sampe harga... sama seperti hidup kita, sangat bervariasi dan beragam.. ga satupun orang sama di dunia ini, dan tiap orang juga memainkan perannya masing-masing(kadang aku mikir kalo lagu "panggung sandiwara" itu bener, hehe..), kuas kecil-buat bikin garis kecil-kuas besar berarti juga buat bikin yang besar, gitu kan? jadi, dalam hidup, kita harus bisa "ngepasin" kuas mana yang kan kita pake dalam setiap langkah yang kan kita ambil..
B. Cat
I like this.. aku suka berbagai warna, colorfull... banyak macemnya, hidup juga begitu, mesti banyak warnanya, walaupun ga semuanya cerah, tapi namanya kan juga tetep -warna- kan? Jadi, jangan terlalu gembira saat gembira dan jangan terlalu sedih saat kita sedih. Aku udah ngalamin sendiri, banyak banget warna-warni di hidup... kalian juga kan? Ngga mungkin orang cuma punya satu warna, sekalipun orang itu buta warna..hehehe
Kembali ke masalah lukisan, hmmm. ...
Kuas udah dipilih, warna juga udah ada, sekarang, masalah pokoknya adalah gimana kita mau melukis? Apa yang akan kita lukis?
Sekalipun ada beberapa ataupun banyak orang memakai kuas dan cat dengan warna sama, belum tentu mereka melukis hal yang sama..
Sebenarnya, yang tahu hidup kita cuma ada di diri kita sendiri. Pertama, apa yang akan kita lukis, seperti apa kita mau bikin hidup kita... dan lukisan yang dihasilkan tiap orang selalu indah, ga percaya?
Indah ataupun tidak, itu subjektif.. .misal, A mengatakan lukisan indah jika warnanya cerah, sedang B lebih menyukai lukisan dengan warna yang soft. Sehingga, A menganggap lukisan B jelek, pun sebaliknya.....the same way, hidup, bahagia ataupun tidak, juga subjektif,.kriteria bahagiaku dengan bahagia kalian sudah pasti berbeda.. .
Kedua, pilih warna yang tepat... warna,pengaruhnya gede banget, menciptakan kesan yang beda pula... lukisan rumah hantu, kalo diwarnain pake pink plus ungu juga ga bakal jadi serem kan? haha... menghadapi masalah juuga mestinya gitu, sekalipun masalah kita menyedihkan, kalo kita hadapi dengan sabar juga bakal enak, tapi kalo kita hadapi dengan sedih, akhirnya jadi tambah sedih....
Ketiga, terkadang ada anggapan, kualitas bahan maupun alat yang digunakan akan menentukan hasil akhir dari lukisan itu,,, hmmm..emang sih ada pengaruhnya. Tapi menurut aku, itu cuma nol koma sekian persen... hal ini aku pakai untuk mengibaratkan materi dalam hidup.. emang penting (jangan munafik, haha...), tapi, sebagus apapun kualitas kuas dan cat yang kita pakai, kalo kita ngga bisa mengaplikasikannya dengan baik di atas kanvas kita, hasilnya juga percuma kan??? Bila dibandingkan dengan cat murah tapi hasilnya ga kalah bagus, kalian pilih mana???
Keempat, gimana kita menilai lukisan kita, aku kan udah bilang tadi, keindahan lukisan itu subyektif banget.. indah atau tidaknya hidup kita, kita sendirilah yang menilai...
Kelima, percayakah kita kalo kita bisa melukis? Kepercayaan terkadang bisa mengalahkan bakat loh, bener ato ngga, suatu saat kalian pasti akan tahu..
Keenam, hargai lukisan kita... Hargai hidup kita, walaupun sangat manusiawi sekali kalo kita ngiri sama hidup orang lain -lukisan orang lain-, tapi setidaknya Tuhan udah kasih jalan bagi setiap umat-Nya,..
Intinya, segala sesuatu cuma berdasar pada kepercayaan dan keikhlasan...serta kecerdasan pribadi dalam menghadapi masalah...
dengan begitu, semua akan terasa sedemikian mudah untuk dilalui..
asal kalian tahu, tulisan ini kubuat juga untuk menyemangati hidupku sendiri. ...yang masih labil...
lukisan kita memang berbeda, tapi inti yang ingin kita dapat tetap sama, kepuasan hati...
----ini cuman argumen, setuju boleh, engga juga boleh, hahaha---








0 komentar:
Posting Komentar